Definisi - Definisi
Rangkaian listrik
adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan
dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Elemen
atau komponen yang akan dibahas pada mata kuliah Rangkaian Listrik terbatas pada
elemen atau komponen yang memiliki dua buah terminal atau kutub pada kedua ujungnya.
Untuk elemen atau komponen yang lebih dari dua terminal dibahas pada mata kuliah
Elektronika.
Pembatasan elemen
atau komponen listrik pada Rangkaian Listrik dapat dikelompokkan kedalam elemen
atau komponen aktif dan pasif. Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan
energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus, mengenai sumber
ini akan dijelaskan pada bab berikutnya. Elemen lain adalah elemen pasifdimana
elemen ini tidak dapat menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi elemen
yang hanya dapat menyerap energi dalam hal ini hanya terdapat pada komponen resistor
atau banyak juga yang menyebutkan tahanan atau hambatan dengan simbol R, dan
komponen pasif yang dapat menyimpan energi juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu
komponen atau lemen yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalamhal ini
induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan, belitan atau kumparan dengan
simbol L, dan kompone pasif yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet
dalam hal ini adalah kapasitor atau sering juga dikatakan dengan kondensator
dengan symbol C, pembahasan mengenai ketiga komponen pasif tersebut nantinya
akan dijelaskan pada bab berikutnya.
Elemen atau kompoen listrik yang dibicarakan disini
adalah :
1. Elemen listrik dua terminal
a. Sumber tegangan
b.
Sumber arus
c.
Resistor ( R )
d. Induktor ( L )
e. Kapasitor ( C )
2. Elemen listrik lebih dari dua terminal
a. Transistor
b. Op-amp
Berbicara mengenai
Rangkaian Listrik, tentu tidak dapat dilepaskan dari pengertian dari rangkaian
itu sendiri, dimana rangkaian adalah interkoneksi dari sekumpulan elemen atau
komponen penyusunnya ditambah dengan rangkaian penghubungnya dimana disusun
dengan cara-cara tertentu dan minimal memiliki satu lintasan tertutup. Dengan kata lain hanya dengan satu lintasan tertutup saja
kita dapat menganalisis suatu rangkaian.
Yang dimaksud dengan satu lintasan tertutup adalah satu
lintasan saat kita mulai dari titik yang dimaksud akan kembali lagi ketitik
tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa jauh atau dekat lintasan
yang kita tempuh. Rangkaian listrik merupakan dasar dari teori rangkaian pada
teknik elektro yang menjadi dasar atay fundamental bagi ilmu-ilmu lainnya
seperti elektronika, sistem daya, sistem computer, putaran mesin, dan teori
control.
Arus Listrik
Pada pembahasan
tentang rangkaian listrik, perlu kiranya kita mengetahui terlebih dahulu
beberapa hal megenai apa itu yang dimaksud dengan listrik. Untuk memahami tentang
listrik, perlu kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari arus. Arus
merupakan perubahan kecepatan muatan terhadap waktu atau muatan yang mengalir
dalam satuan waktu dengan simbol i (dari kata Perancis : intensite),
dengankata lain arus adalah muatan yang bergerak. Selama muatan tersebut bergerak maka akan muncul arus
tetapi ketika muatan tersebut diam maka arus pun akan hilang. Muatan akan
bergerak jika ada energi luar yang memepengaruhinya. Muatan adalah satuan
terkecil dari atom atau sub bagian dari atom. Dimana dalam teori atom
modernmenyatakan atom terdiri dari partikel inti (proton bermuatan + dan
neutron bersifatnetral) yang dikelilingi oleh muatan elektron (-), normalnya
atom bermuatan netral.
Muatan terdiri dari dua jenis yaitu muatan positif dan
muatan negative Arah arus searah dengan
arah muatan positif (arah arus listrik) atau berlawanan dengan arah aliran
elektron. Suatu partikel dapat menjadi muatan positif apabila
kehilanganelektron dan menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari
partikel lain. Coulomb adalah unit dasar dari International System of Units (SI)
yang digunakan untuk mengukur muatan listrik.
Simbol :
Q = muatan konstan
q = muatan tergantung satuan waktu
muatan 1
elektron = - 1,6021 x 10-19 coulomb
1
coulomb = - 6,24 x 1018 elektron
Secara matematis arus didefinisikan : i = dq/dt
Satuannya : Ampere (A)
Dalam teori rangkaian arus merupakan pergerakan muatan
positif. Ketika terjadi beda potensial disuatu elemen atau komponen maka akan
muncul arus dimaan arah arus positif mengalir dari potensial tinggi ke
potensial rendah dan arah arus negatif mengalir
sebaliknya.
Macam-macam arus :
1.
Arus searah (Direct Current/DC)
Arus
DC
adalah arus yang mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu,
artinya diaman pun kita meninjau arus tersebut pada wakttu berbeda akan mendapatkan
nilai yang sama
2. Arus bolak-balik (Alternating Current/AC)
Arus AC adalah arus yang mempunyai nilai yang berubah terhadap satuan waktu
dengan karakteristik akan selalu berulang untuk perioda waktu tertentu (mempunyai
perida waktu : T).
Tegangan
Tegangan atau seringkali orang menyebut
dengan beda potensial dalam bahasa Inggris voltage adalah kerja yang
dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar satu coulomb) pada elemen
atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub
lainnya,
atau pada kedua terminal/kutub akan mempunyai beda potensial jika kita menggerakkan/memindahkan
muatan sebesar satu coulomb dari satu terminal ke terminal lainnya. Keterkaitan
antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang dikeluarkan, sehingga
pengertian diatas dapat dipersingkat bahwa tegangan adalah energi per satuan muatan.
Secara
matematis : v = dw/dq
Satuannya
: Volt (V)
Pada
gambar diatas, jika terminal/kutub A mempunyai potensial lebih tinggi daripada potensial
di terminal/kutub B. Maka ada dua istilah yang seringkali dipakai pada Rangkaian
Listrik, yaitu :
1.
Tegangan turun/ voltage drop
Jika
dipandang dari potensial lebih tinggi ke potensial lebih rendah dalam hal ini dari
terminal A ke terminal B.
2.
Tegangan naik/ voltage rise
Jika
dipandang dari potensial lebih rendah ke potensial lebih tinggi dalam hal ini dari
terminal B ke terminal A.
Pada buku ini istilah yang akan dipakai
adalah pengertian pada item nomor 1 yaitu tegangan turun. Maka jika beda potensial antara kedua titik tersebut
adalah sebesar 5 Volt, maka VAB = 5 Volt dan VBA = -5 Volt
Energi
Kerja yang
dilakukan oleh gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Jadi energi adalah
sesuatu kerja dimana kita memindahkan sesuatu dengan mengeluarkan gaya sebesar
satu Newton dengan jarak tempuh atau sesuatu tersebut berpindah dengan selisih
jarak satu meter. Pada alam akan berlaku hukum Kekekalan Energi dimana energi
sebetulnya tidak dapat dihasilkan dan tidak dapat dihilangkan, energi hanya
berpindah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Contohnya pada pembangkit
listrik, energi dari air yang bergerak akan berpindah menjadi energi yang
menghasilkan energi listrik, energi listrik akan berpindah menjadi energi
cahaya jika anergi listrik tersebut melewati suatu lampu, energi cahaya akan
berpinda menjadi energi panas jika bola lampu tersebut pemakaiannya lama,
demikian seterusnya.
Untuk menyatakan apakah energi dikirim atau diserap tidak
hanya polaritas tegangan
tetapi arah arus juga berpengaruh.
Elemen/komponen listrik digolongkan menjadi :
1.
Menyerap energi
Jika arus positif meninggalkan terminal positif menuju terminal elemen/komponen,
atau arus positif menuju terminal positif elemen/komponen tersebut.
2.
Mengirim energi
Jika arus positif masuk terminal positif dari terminal elemen/komponen,
atau arus positif meninggalkan terminal positif elemen/komponen.
Energi
yang diserap/dikirim pada suatu elemen yang bertegangan v dan muatan yang melewatinya
Δq
adalah Δw = vΔq, Satuannya
: Joule (J)
Daya
Rata-rata kerja yang dilakukan
Daya
secara matematis :
Satuannya
: Watt (W)
Analisis
Rangkaian
Mencari
hubungan antara masukan dan keluaran pada rangkaian yang telah diketahui, misalkan
mencari keluaran tegangan/ arus ataupun menentukan energi/ daya yang dikirim.
Ada
2 cabang utama dari teori rangkaian (input, rangkaian, output) :
1.
Analisa rangkaian (rangkaian dan input untuk mencari output)
2.
Sintesa rangkaian/ desain (input dan output untuk mencari rangkaian)
Prefix dalam SI (Sistem satuan Internasional)
Dalam SI untuk menyatakan bilangan yang lebih besar atau
lebih kecil dari satu satuan dasar, dipergunakan notasi desimal (“standard
decimal prefixes”) yang menyatakan pangkat dari sepuluh.
Contoh
latihan :
- Jika arus 6 A, tentukan v jika elemen menyerap daya 18 W ?
Jawaban :
Menyerap daya jika
arus positif meninggalkan terminal positif
Arus positif karena
dari potensial tinggi ke potensial rendah
i = 6 A
P = 18 W
- Jika arus 6 A, tentukan v jika elemen mengirimkan daya 18 W ?
Jawaban :
Mengirimkan daya jika arus positif masuk
terminal positif
Arus negatif karena
dari potensial rendah ke potensial tinggi
i = - 6 A
P = 18 W
- Tentukan daya pada rangkaian tersebut, apakah sumber tegangan mengirimkan atau menyerap daya !
Jawaban :
Arus positif karena
dari potensial tinggi ke potensial rendah
i = 3 A
v = 6 V
p = vi = 3.6 = 18 W
Arus positif meninggalkan terminal positif sumber, sehingga sumber mengirimkan
daya.
Soal – soal :
1. Jika tegangan
pada elemen adalah 8 V dan arus yang melewati terminal positifnya, seperti
diperlihatkan pada grafik disamping. Tentukan daya yang diserap elemen pada saat
:
a. t = 4 s
b. t = 7 s
2. Tentukan muatan total pada soal nomor 1 diatas !
3. Tentukan daya pada rangkaian tersebut, apakah sumber
tegangan mengirimkan atau menyerap daya !
4.
Tentukan daya pada
rangkaian tersebut, apakah sumber tegangan mengirimkan atau menyerap daya !
5.
Tentukan daya pada rangkaian tersebut, apakah sumber tegangan mengirimkan atau
menyerap daya !
6.
Jika diketahui muatan q = 12t Coulomb, tentukan i !
7.
Diketahui kurva arus terhadap waktu, tentukan muatan total yang masuk pada
elemen !
8.
Tentukan muatan dalam satuan waktu jika arus i = 8t 2 − 4t Ampere,
t ≥ 0
saat q(0) = 0.
9. Arus sebesar 5 μA
melalui suatu kawat
a. Berapa banyak
muatan yang melalui kawat dalam 10 detik
b. Berapa banyak
muatan yang melalui kawat dalam satu tahun
10. Muatan 5 kC melewati suatu elemen dan energi yang
diberikan 20 MJ. Tentukan
tegangan yang
melintasi elemen tersebut.
11. Arus yang mengalir 2 A pada suatu elemen . Energi
untuk memindahkan arus
selama 1 s
adalah 10 J. Tentukan tegangan yang melintasi elemen tersebut.
12.
Sebuah arus 10 A dikirimkan ke elemen selama 5 s. Tentukan energi yang
diperlukan untuk menghasilkan 10 V.
13.
Sebuah lampu dihubungkan batere 12 V menghasilkan arus sebesar 0,5 A. Tentukan energi selama 2 s.
14.
Jika V = 4 Volt dan i = 10 A. Tentukan
a.
Daya yang diserap atau dikirmkan
b.
Energi diserap atau dikirimkan selama 10 s
15.
Jika V = -4 Volt dan i =10 A. Tentukan daya diserap atau dikirimkan.
16. Jika V = 4 Volt dan i = -10 A. Tentukan daya diserap
atau dikirimkan.
17. Jika V = -4 Volt dan I = -10 A. Tentukan daya diserap
atau dikirimkan.
18.
Sebuah kawat dilalui arus 10 mA. Berapa banyak muatan pada kawat tersebut
selama 20 s.
19. Tentukan
a. Muatan total antara 4 - 9 s
b. Muatan saat t = 8 s
c.
Arus saat t = 1 s, 5 s, dan 8 s
20. Berapa arus dihasilkan batere mobil, jika energi yang
disuplai 2 x 106 J selama 10
jam (standar
batere mobil 12 V)
21. Tentukan
a. Daya diserap atau dikirim
b. Nilai daya jika V = 10 Volt dan i = 12 mA
22.
Arus 6 A, tentukan V jika elemen menyerap daya P = 18 W
23.
Jika arus 6 A, tentukan V jika elemen mengirimkan daya P = 18 W
24.
Tentukan daya pada rangkaian berikut
25.
Tentukan daya pada rangkaian berikut
26.
Tentukan daya pada rangkaian berikut
27.
Tentukan daya pada rangkaian berikut
28.
Tentukan daya yang diserap oleh tiap elemen pada rangkaian berikut
ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK
Seperti dijelaskan pada bab sebelumnya,
bahwa pada Rangkaian Listrik tidak dapat dipisahkan dari penyusunnya sendiri,
yaitu berupa elemen atau komponen. Pada bab ini akan dibahas elemen atau
komponen listrik aktif dan pasif.
Elemen
Aktif
Elemen
aktif adalah elemen yang menghasilkan energi, pada mata kuliah RangkaianListrik
yang akan dibahas pada elemen aktif adalah sumber tegangan dan sumber arus.
Pada
pembahasan selanjutnya kita akan membicarakan semua yang berkaitan dengan
elemen
atau komponen ideal. Yang dimaksud dengan kondisi ideal disini adalah bahwa
sesuatunya berdasarkan dari sifat karakteristik dari
elemen atau komponen tersebut dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Jadi
untuk elemen listrik seperti sumber tegangan, sumber arus, kompone R, L, dan C
pada mata kuliah ini diasumsikan semuanya dalam kondisi ideal.
1.
Sumber Tegangan (Voltage Source)
Sumber tegangan ideal adalah suatu sumber yang menghasilkan tegangan yang tetap,
tidak tergantung pada arus yang mengalir pada sumber tersebut, meskipun tegangan
tersebut merupakan fungsi dari t. Sifat lain :
Mempunyai nilai resistansi dalam Rd = 0 (sumber tegangan ideal)
a.
Sumber Tegangan Bebas/ Independent Voltage Source
Sumber
yang menghasilkan tegangan tetap tetapi mempunyai sifat khususyaitu harga
tegangannya tidak bergantung pada harga tegangan atau arus lainnya, artinya
nilai tersebut berasal dari sumbet tegangan dia sendiri.
Simbol :

b.
Sumber Tegangan Tidak Bebas/ Dependent Voltage Source
Mempunyai
sifat khusus yaitu harga tegangan bergantung pada hargategangan atau arus
lainnya.
Simbol :

2. Sumber Arus (Current
Source)
Sumber
arus ideal adalah sumber yang menghasilkan arus yang tetap, tidak bergantung
pada tegangan dari sumber arus tersebut.
Sifat lain :
Mempunyai
nilai resistansi dalam Rd = ∞ (sumber arus ideal)
a.
Sumber Arus Bebas/ Independent Current Source
Mempunyai
sifat khusus yaitu harga arus tidak bergantung pada harga tegangan atau arus
lainnya.
Simbol :

b.
Sumber Arus Tidak Bebas/ Dependent Current Source
Mempunyai
sifat khusus yaitu harga arus bergantung pada harga tegangan atau arus lainnya.
Simbol
:

Elemen
Pasif
1. Resistor (R)
Sering
juga disebut dengan tahanan, hambatan, penghantar, atau resistansi dimana
resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arus , dan pembagi
tegangan.
Nilai
resistor tergantung dari hambatan jenis bahan resistor itu sendiri (tergantung
dari bahan pembuatnya), panjang dari resistor itu sendiri dan luas penampang
dari resistor itu sendiri.
Secara matematis :

dimana
: ρ =
hambatan jenis
l = panjang dari resistor
A
= luas penampang
Satuan dari
resistor : Ohm (Ω)
Jika suatu resistor dilewati oleh sebuah arus maka pada
kedua ujung dari resistor tersebut akan menimbulkan beda potensial atau
tegangan. Hukum yang didapat dari percobaan ini adalah: Hukum Ohm.
Mengenai pembahasan dari Hukum Ohm akan dibahas pada bab
selanjutnya.
V=I R

2.
Kapasitor (C)
Sering juga disebut dengan kondensator atau kapasitansi.
Mempunyai fungsi untuk membatasi arus DC yang mengalir pada kapasitor tersebut,
dan dapat menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.
Nilai suatu kapasitor tergantung dari nilai permitivitas
bahan pembuat kapasitor, luas penampang dari kapsitor tersebut dan jarak antara
dua keping penyusun darikapasitor tersebut.
Secara
matematis :

dimana : ε =
permitivitas bahan
A =
luas penampang bahan
d = jarak dua keping
Satuan dari kapasitor : Farad (F)
Jika sebuah kapasitor dilewati oleh sebuah arus maka pada
kedua ujung kapaistor tersebut akan muncul beda potensial atau tegangan, dimana
secara matematis dinyatakan :

Penurunan
rumus :


Dimana

Sehingga

Dari karakteristik v - i, dapat diturunkan sifat
penyimpanan energi pada kapasitor.

Misalkan :
pada saat t = 0 maka v = 0
pada
saat t = t maka v = V
Sehingga:

yang merupakan energi yang disimpan pada kapasitor dalam bentuk medan
listrik. Jika kapasitor dipasang tegangan konstan/DC, maka arus sama dengan
nol. Sehingga kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka/ open circuit untuk
tegangan DC.
3. Induktor/ Induktansi/ Lilitan/ Kumparan (L) Seringkali
disebut sebagai induktansi, lilitan, kumparan, atau belitan. Pada induktor
mempunyai sifat dapat menyimpan energi dalam bentuk medan magnet.
Satuan dari
induktor : Henry (H)

Arus
yang mengalir pada induktor akan menghasilkan fluksi magnetik (φ ) yang membentuk
loop yang melingkupi kumparan. Jika ada N lilitan, maka total fluksi adalah :


Dari karakteristik v-i, dapat diturunkan sifat penyimpan
energi pada induktor.

Misalkan : pada saat t = 0 maka i = 0
pada saat t = t maka i = I
sehingga

merupakan energi yang disimpan pada induktor L dalam
bentuk medan magnet.
Jika induktor dipasang arus konstan/DC, maka tegangan
sama dengan nol.
Sehingga induktor bertindak sebagai rangkaian hubung
singkat/ short circuit.
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan :
1. Tegangan antara 2 titik, a dan b digambarkan dengan
satu anak panah seperti pada gambar dibawah ini :

Vab
menunjukkan besar potensial relatif titik a terhadap titik b.
2. Tegangan yang dipakai pada buku ini adalah tegangan drop/
jatuh dimana akan bernilai positif, bila
kita berjalan dari potensial tinggi ke potensial rendah.
Contoh
:

Voltage drop : Vac = Vab + Vbc = IR –
V
3. Setiap arus yang melewati komponen pasif maka terminal
dari komponen tersebut pertamakali dialiri arus akan menjadi potensial lebih
tinggi dibandingkan potensial terminal lainnya.
4. Bedakan antara sumber tegangan dan pengukur tegangan/
Voltmeter.
Sumber tegangan (Rd
= 0)
Voltmeter (Rd = ∞ )
Voltmeter dipasang paralel pada komponen yang akan diukur supaya tidak ada arus
yang melalui Voltmeter.

5.
Bedakan antara sumber arus dan pengukur arus/ Amperemeter
Sumber arus (Rd = ∞ )
Amperemeter (Rd = 0)
Amperemeter
dipasang seri pada komponen yang akan diukur supaya tegangan pada Amperemeter
samadengan nol.

Perlu
diingat bahwa rangkaian paralel adalah pembagi arus dan rangkaian seri adalah
pembagi tegangan. Pembahasan rangkain seri dan paralel akan dibahas pada bab
selanjutnya.
6.
Rangkaian Hubung Singkat (Short Circuit)
Sifat : Vab selalu samadengan 0, tidak tergantung pada arus I yang mengalir
padanya.
Vab = 0
Rd = 0

7.
Rangkaian Terbuka (Open Circuit)
Sifat
: arus selalu samadengan 0, tidak tergantung pada tegangan a-b.
I = 0
Rd = ∞

BAB III
HUKUM – HUKUM RANGKAIAN
Hukum
Ohm
Jika sebuah penghantar atau resistansi atau hantaran
dilewati oleh sebuah arus maka
pada kedua ujung penghantar tersebut akan muncul beda
potensial, atau Hukum Ohm
menyatakan bahwa tegangan melintasi berbagai jenis bahan pengantar adalah berbanding lurus dengan
arus yang mengalir melalui bahan tersebut.
Secara
matematis :
V = I.R
Hukum
Kirchoff I / Kirchoff’s Current Law
(KCL)
Jumlah
arus yang memasuki suatu percabangan atau node atau simpul samadengan arus yang
meninggalkan percabangan atau node atau simpul, dengan kata lain jumlah aljabar
semua arus yang memasuki sebuah percabangan atau node atau simpul samadengan
nol.
Secara matematis :
Σ Arus pada satu titik percabangan = 0
Σ Arus yang masuk percabangan = Σ Arus
yang keluar percabangan
Dapat diilustrasikan bahwa arus yang mengalir samadengan
aliran sungai, dimana pada saat menemui percabangan maka aliran sungai tersebut
akan terbagi sesuai proporsinyapada percabangan tersebut. Artinya bahwa aliran
sungai akan terbagi sesuai dengan jumlah percabangan yang ada, dimana tentunya
jumlah debit air yang masuk akan samadengan jumlah debit air yang keluar dari
percabangan tersebut.
Contoh
:





Hukum
Kirchoff II / Kirchoff’s Voltage Law (KVL)
Jumlah
tegangan pada suatu lintasan tertutup samadengan nol, atau penjumlahan tegangan
pada masing-masing komponen penyusunnya yang membentuk satu lintasan tertutup
akan bernilai samadengan nol.
Secara
matematis :
ΣV
= 0
Contoh
:



Contoh
Latihan :
1.
Tentukan v1 pada
rangkaian tersebut !

Jawaban :
Hukum KVL :

2.
Tentukan v1 pada
rangkaian tersebut !

Jawaban :
Hukum KVL :

3.
Tentukan nilai i dan
vab !

Jawaban :

Hukum KCL :
Σi
= 0
i = −8 + 7 = −1A

Hukum KVL :
Σv
= 0
V ab = +8 + 4 + 56 − 6 = 62
Hubungan
Seri dan Paralel
Secara
umum digolongkan menjadi 2 :
- Hubungan seri
Jika salah satu terminal dari dua elemen tersambung, akibatnya arus yang
lewat akan sama besar.
- Hubungan parallel
Jika semua terminal terhubung dengan elemen lain dan akibatnya tegangan diantaranya
akan sama.
Resistor
( R )
Hubungan
seri :


Pembagi Tegangan

Dimana:

Sehingga

Hubungan
parallel:


Pembagi Arus:

Dimana:

Sehingga:



Contoh
latihan :
- Tentukan nilai Rek pada rangkain tersebut!

Jawaban :

- Tentukan nilai arus i !

Jawaban
:







- Tentukan nilai arus i !

Jawaban :



Sehingga

Kapasitor ( C )
Hubungan seri


Pembagi
Tegangan:


Hubungan paralel :


Pembagi arus :


Sehingga:

Contoh latihan :
- Tentukan Cek pada rangkaian tersebut!

Jawaban :

- Tentukan Cek !

Jawaban
:

Induktor
( L )
Hubungan seri :




Pembagi tegangan :


sehingga :

Hubungan
paralel :



Pembagi arus ;


Contoh latihan :
- Tentukan nilai Lek !

Jawaban
:


- Tentukan nilai Lek !

Jawaban :

Soal – soal :
1.
Tentukan
nilai arus i jika diberikan sumber tegangan DC 10 V !

2.
Tentukan nilai tegangan
Vab!

3.
Tentukan nilai i !

4.
Tentukan nilai arus i !

5.
Jika pada suatu
rangkaian diberikan tegangan 10 V maka timbul arus sebesar 2 A,maka berapa arus
yang muncul jika tegangan yang diberikan pada rangkaian tersebut sebesar 15 V
6.
Pada suatu rangkaian
yang tidak diketahui nilai resistansinya, daya pada rangkaiantersebut yang
terukur dengan wattmeter sebesar 250 W dengan tegangan terpasang 50 V, tentukan
nilai resistansinya.
7.
Nilai suatu rangkaian
seri = 6Ω 1 R dan = 12Ω 2 R jika
diberikan sumber tegangan 8 V akan menghasilkan arus sebesar 2 A, tentukan
nilai arus rangkaian paralel dengan daya yang sama saat rangkaian dihubung seri
8.
Jika suatu nilai
kapasitor yang terdiri dari 10pF, 12x10-6 μF, dan 0 suatu nilai,008nF,
jika dihubungkan paralel maka berapa nilai kapasitor totalnya.
9.
Jika diberikan sumber
tegangan sebesar 10 V dan nilai resistor masing-masing 5Ω seri dengan 10Ω kemudian paralel
dengan 15Ω lalu
diserikan lagi dengan parallel antara 5Ω dan 5Ω, maka tentukan
arus yang dihasilkan.
10. Tentukan
tahanan totalnya

11. Tentukan
Cek !

12. Tentukan
nilai pada alat ukur masing-masing

13. Tentukan
arus pada Amperemeter

14. Tentukan
V1 pada rangkaian berikut

15.
Tentukan
V1 pada rangkaian berikut :

16.
Tentukan
V1 pada rangkaian berikut :

17.
Tentukan
arus i dan Vab pada rangkaian berikut :

18. Tentukan
arus i dan V pada rangkaian berikut :

19. Tentukan
arus i dan V pada rangkaian berikut :

20.
Tentukan
Rek dan i pada rangkaian berikut :

21.
Tentukan
Rtot pada rangkaian berikut :

22. Tentukan
Rek pada rangkaian berikut :

23. Tentukan
Cek pada rangkaian berikut :

24. Tentukan
Lek pada rangkaian berikut :

25.
Tentukan
tegangan dititik a-b pada rangkaian berikut :

26.
Tentukan
tegangan dititik a-b pada rangkaian berikut :

27. Tentukan
tegangan Vab pada rangkaian berikut :

28.
Tentukan
i1, i2, dan V pada rangkaian berikut :

29. Tentukan
tegangan V pada rangkaian berikut :

30.
Tentukan
arus i, i1 dan V :

31. Tentukan
tegangan V pada rangkaian berikut :

32.
Tentukan
nilai tegangan V pada rangkaian berikut :

33. Tentukan
nilai arus i dan hambatan R rangkaian berikut :

34. Tentukan
arus i pada rangkaian berikut :

35. Tentukan
nilai arus i pada rangkaian berikut :

36. Tentukan
nilai i pada rangkaiann berikut :

37. Jika
tegangan pada elemen adalah 8 V dan rus yang meleweati trminal positifnya
seperti diperlihatkan pada gambar.
Tentukan daya yang diserap elemen pada
saat:
a. t = 4 s
b. t = 7 s

38.
Tentukan
muatan total pada soal no. 37 :
39. Tentukan
Zek rangkaian berikut :

40. Tentukan
nilai arus i pada rangkaian berikut :

41.
Tentukan
tegangan dititik a-b rangkaian berikut :

42.
Tentuklan
i1, i2 dan Vab :

43. Sebuah resistor 1kΩ dihubungkan
baterai dan 6 mA mengalir. Berapa arus jika
baterai dihubungkan resistor 30Ω? Berapa tegangan
baterai?
44. Sebuah toaster resistor akan menjadi panas ketika arus
melewatinya. Jika toaster
mendisipasikan
daya 960 W pada teganngan 120 V. Tentukan arus danresistansinya.
45.
Sebuah
sumber 10 V diserikan dengan beberapa resistor dengan arus 50 mA. Berapa nilai
tahanan yang harus diserikan dengan sumber dan resistor dengan arus terbatas 20
mA?
46. Resistor
20Ω,
30Ω dan
R dihubung paralel membentuk resistansi ekivalen 4Ω.
Tentukan R dan arus melewatinya. Jika sumber arus
6A dipasang pada kombinasi tersebut.
47.
Tentukan
tegangan V dan arus i :

48. Tentukan
i1 dan i2 :

49. Tentukan
arus i :

50.
Tentukan
arus i dan tegangan V :

51.
Tentukan
i dan nilai R :

52. Tentukan
i :

53. Tentukan
i, V1, V2 :

54. Tentukan
tegangan V dan R :

55.
Tentukan
arus i dan tegangan V :

56. Tentukan
i1, dan i2 :

57.
Tentukan
tegangan V1 dan daya di R = 10Ω :

58. Tentukan
V1 dan i1 :

59. Tentukan
i1 :

60. Jika
R = 9Ω tentukan
nilai i1 :

61. Tentukan
nilai i :

62.
Tentukan
nilai i1 dan tegangan V :

63. Tentukan
i :

64. Tentukan
nilai tegangan V :

65. Tentukan
nilai R2 :

66. Tentukan
i dan V :

67. Tentukan
V2 :

68. Tentukan
i :

69. Tentukan
i :

70. Tentukan
i :

71. Tentukan
nilai R :

72.
Tentukan
daya pada R = 600Ω :

73. Tentukan
R :

74. Tentukan
i :

75. Tentukan
R :

76. Tentukan
V1 :

77. Tentukan
Va
:

78. Tentukan
Vo :

79. Tentukan
i dan V :

80. Tentukan
i :

81. Tentukan
R :

82. Tentukan
V :

83. Tentukan
R :

84. Tentukan
V :

85. Tentukan
nilai tegangan V1 :

86. Berapa
nilai R jika diukur pada kedua ujung terbuka :

87. Tentukan
Rek :

Harrah's Philadelphia Hotel & Casino - JSH Hub
BalasHapusHarrah's Philadelphia 안양 출장마사지 Hotel & 포항 출장마사지 Casino features a 김천 출장샵 full-service spa, a 계룡 출장마사지 restaurant, and a fitness center. The hotel also has a full-service spa, 시흥 출장마사지 a